Rabu, 12 Februari 2014

CERPEN ; Kisah Diary : 'sssttt ini tentang tuanku'.

Rabu, Februari 12, 2014
Ahh, sudah pukul setengah sembilan malam pasti sebentar lagi dia akan datang dengan ekspresi dan ceritanya yang tidak penting sama sekali. yaa itu menurutku sih. Bagaimana tidak, setiap malam dia datang kepadaku bercerita tentang kisah sehari-harinya yang amat sangat membosankan untuk didengar. Kalau kau jadi aku, pasti kau pun bosan!.
Aku bisa menebak dengan jitu, mungkin malam ini dia akan bercerita tentang teman-teman baru disekolahnya yang membosankan itu, atau tentang kucing kecil di depan sekolah yang amat sangat kumal bulunya karena terciprat genangan air dilubang-lubang jalan, oh atau bisa jadi seperti dua hari yang lalu, saat ia cerita tentang kelasakannya hingga menumpahkan segelas susu yang membuatnya harus dimarahi oleh ibunya. Atau mungkin tentang si Reno, kakak kelas di sekolah itu, yang sangat dia kagumi. Ahhh benar-benar membosankan cerita-ceritanya itu.



Ya ampun !!, dia datang, oh, aku bisa mendengar dari derap langkahnya yang bergerak mendekatiku. aku bosan sekali setiap malam harus menemaninya dan mendengarkan ceritanya. Kapan ini semua akan berakhir, kapan cerita-cerita membosankan itu berhenti ia ceritakan padaku. Seandainya saja ada orang yang memberitahunya bahwa ceritanya itu membosankan, mungkin aku akan berterimakasih sekali.
ah, dari derap langkah dan suara desahan nafasnya aku bisa merasakan kalau dia sudah tepat ada dibelakangku, hufth. Sebentar lagi mungkin akan terjadi insiden kekerasan yang ia lakukan padaku, seperti hari-hari sebelumnya, pasti dia akan mengangkatku dengan cengkraman erat yang menyakitkan kulit indahku dan kemudian memutar-mutar tubuhku, sambil bersenandung ria tanpa dosa, atau bersiul-siul kecil yang amat sangat tidak indah didengar, sama sekali tidak indah!.
upss… tapi tunggu sebentar !!!, apa ini ??, kenapa tubuhku terpercik tetesan air?, hujan kah?, ah tidak! sejak tadi aku merasakan malam ini gerah, dan diluar-pun tak terdengar suara hujan atau gerimis sama sekali. Lalu tetesan apa di tubuh indahku ini, apa  dia menyemprotku karena terlalu gembira, atau saking joroknya dia meludah? Oh tubuh indahku bisa rusak kalau begini. Tapi, tapi lihatlah, ohh ada apa kah ini?

Ow.. Kenapa perasaanku malam ini tak seperti malam-malam sebelumnya ya, dia juga tak terdengar bersuara sedikitpun, hanya memang desah nafasnya terdengar sangat tidak biasa, terlalu keras untuk nafas normal. ada apa sebenarnya ini ?. wah Tetesan air ini semakin banyak, rasanya aku ingin berteriak sekuat-kuatnya pada orang yang tega membuat kulitku rusak dengan air-air ini “Hentikannnnnnn!!!!!!” aku tak ingin tubuhku rusak, ah tentu suaraku tak terdengar olehnya, dia sama sekali tak bergeming. oh suara apa lagi itu?, seperti sebuah isakan. Ya, suara isakan tangis. Tapi, tidak mungkin sekali dia menangis! Sudah tiga bulan aku menemaninya dan membiarkan tubuhku dicoret-coret dengan kisah-kisahnya yang membosankan itu hingga malam ini aku hanya tersisa 2 lembar saja, tapi setelah selama itu baru kali ini dia terisak menangis dan terlihat sangat sedih, ada apa dengan tuanku hari ini, ya?.

Oh iya, aku lupa memperkenalkan dia pada kalian, namanya Gita, itu aku tahu tiga bulan lalu saat ia menuliskan ‘Zagita Afnisa Royan (Gita)’ dikolom nama yang ada di halaman awal tubuhku, dari tulisannya di kolom tanggal lahir dan sebagainya, aku tahu bahwa Gita berusia 15 tahun, dan baru masuk SMA bulan lalu.

“Selamat malam diaryku sayang, selama ini, aku nggak pernah cerita tentang mami-ku sama kamu, kan? Kamu tahu kenapa?, sebab dari hatiku sangat membenci dia  sejak tahun lalu, saat perceraian dengan ayahku. yang lebih menyakitkan buataku adalah mami dicerai ayah, karena ayah beberapa kali melihat mami seelingkuh dengan laki-laki lain. Meskipun aku nggak pernah tahu langsung, tapi kebencin itu timbul. Karenanya aku lebih memilih tinggal dengan ayah-ku, meski hanya berdua, mamiku sendiri hanya menemuiku beberapa kali dalam sebulan. Dan malam ini aku ingin cerita tentang apa yang aku alami hari ini. pagi tadi saat istirahat pertama disekolah, aku lihat kak Reno berdiri dilapangan, dengan satu kaki dan tangannya menjewer telinganya sendiri. Lalu timbul rasa penasaranku. Maka aku coba cari tahu, kenapa kak Reno bisa seperti itu…”.

Wah baru kali ini aku bisa dengan tenang dan merasa tesentuh dengan cerita tuanku ini. Sepertinya kali ini emosinya benar-benar tergugah, air matanya pun tak henti-hentinya menetes, sesekali membasai tubuhku, namun kali ini aku tidakprotes dan lebih memilih diam.

“..siangnya saat istirahat kedua, aku dengar bahwa kak Reno dihukum oleh Pak Handoko, karena tidak mengerjakan PR Matematikanya. Karena sudah tahu aku pun berniat kembali kekelas, sebelum sampai dikelasku, aku melewati lorong kecil dan ruang music yang sepi namun terbuka,  kulihat ada kak Reno sendiri didalamnya, dari depan pintu aku bisa dengar kak  Reno sedang menelepon seseorang, hatiku jealous juga sih saat disela-sela percakapan mereka kudengar kak Reno mengucap sayang-sayang, hingga aku benar-benar penasaran, dan aku cobaa buat dengerin dengan seksama. Ternyata  kak Reno habis cerita, kalau dia dihukum di  lapangan sekolah oleh pak Handoko demi cewek ditelepon itu, sebab malam tadi yang harusnya bisa digunakannya untuk mengerjakan PR, justru dihabiskan berdua dengan cewek itu, akhirnya, cewek ditelepon itu meminta maaf dan mengajaknya ketemuan siang ini sepulang sekolah. Kareena dihantui rasa penasaran aku pun bertekat utuk mengikuti Kak Reno sepulangsekolah ini.

*HARD ROOF KAFE* (Senin, 8 Juni 14:24 WITA)
Aku berhasil mengikuti kak Reno tanpa sepengetahuannya, namun sepertinya cewek ditelepon itu belum tiba disana, sebab Reno masih terlihat menunggu, sekitar sepuluh menit kemudian, Reno berdiri dari tempatnya menunggu saat sosok wanita dengan kacamata hitam menghampirinya. Mereka saling cium, dan dari gerak bibir Reno, aku bisa tahu bahwa dia bilang ‘Kok Telat Sayang’. Nggak terlalu lama mereka duduk dan ngobrol, saling canda, dan ketawa, sampai akhirnya wanita itu ngeeluarin amplop cokelat dari tasnya  dan mengeluarkan sedikit ujung isinya, yang ternyata uang untuk dihitung. Dengan senyum sumringah Reno dan wanita itu berdiri, lalu wanita itu membukakacamata hitamnyadan mengambil amplop itu untukdiserahkan ke Reno, aku bisa lihatbahwa Reno bilang ‘Mkakasih ya Sayang, aku makin cinta deh sama kamu’ dilanjutkan peluk cium mereka,, dan wanita itu bergegas balik badan hendak meninggalkan Reno, dan dengan mata yang tidak bisa aku kedipkan, aku tertegun, sepertinya aku kenal wanita itu, wanita yang tampak sangat anggun dan cantik dengankacamata hitam yang kini di tangannya….”

Oh, tidak.. siapa wanita yang telah membuat Gita tertegun, kenapa Gita bilang dia kenal wanita itu?, apa dia teman-teman Gita yang juga suka dengan Reno. Ughh jahat sekali kalau wanita itu adalah teman Gita, apa dia tidak tahu bahwa tuanku ini sangat suka dengan Reno. Lalu apa yang akan Reno lakukan setelah itu?. Aku jadi semakin penasaran, ditambah lagi suasana kamar Gita yang hening mengharu biru penuh isak dan tetes airmatanya, ayo Gita, jangan menangis, kamu harus kuat sayang, jangan menyerah dengan wanita itu, aku yakin kamu jauh lebih cantik dari dia. Dan ayo kamu selesaikan ceritanya, aku rela kamu mencoret-coret tubuhku, dan aku pun rela meskipun harus basah karena tertetesi airmatamu, Gita. aku menjadi tidak sabar sendiri menunggu kellanjutan tulisan Gita yang terhenti karena tangisannya terhadap peristiwa hari ini yang tentu akan membuat sejarah luar biasa tertulis dalam tubuhku,. Wah Gita sudah memegang pena polkadot berbulunya lagi, sepertinya ia ingin segera melanjutkan kisahnya hari ini.


“…Kamu   tahu Diary siapa Wanita itu?. Wanita yang aku kenal sudah sangat lama itu membuat aku tak yakin bahwa itu memang benar-benar dia, ditambah aku benar-benardown dengan penglihatanku dimana Reno menerima gepok uang dari wanita itu. Cowok macam apa Reno itu, aghh aku tidak ingin berburuk sangka dulu, hingga kemdudian aku memutuskan untuk melanjutkan mengikuti mereka, yang keluar dari kafe itu, saling gandeng. Tak malu Kah Reno dengan seragam SMA-nya itu? Oh mereka pergi dan melanjutkan tujuan mereka ke daerah yang sudah sangat aku hafal, dari lokasinya, tempatnya, hingga seluk beluk jalan-jalannya, benar-benar sering aku lalui beberapa kali dalam sebulan daerah ini. Setelah mereka turun dari mobil wanita itu, aku pun lebih memilih diam di taksi yang kutumpangi sambil terus mengamati dengan jeli. Dan saat itu aku menyimpulkan bahwa aku benar-benar sudah tidak salah lagi, mereka pacaran, dan terlihat mereka keluar dari mobil dengan berpelukan mesra, amat mesra namun sangat menjijikan buat aku. seorang Reno yang aku kagumi, saat itu sedang bergelayut manja menuju rumah besar itu bersama wanita yang sangat-sangat aku kenal. Dia adalah Mamiku!!. wanita yang masih menempati posisi terhormat dihatiku, meski aku membencinya sejak perceraian saat itu.
Dahulu.. aku mencoba untuk tidak peduli dan tidakmau tahu dengan urusan orangtuaku, termasuk saat ayahku bilang bahwa mamiku selingkuh yang membuatnya sakit hati dan memutuskan untuk menceraikannya, aku benar-benar tak mau tahu, dan sama sekali tak punya pikiran untuk mencari tahu siapa Pria Idaman Lain Mamiku yang telah bisa menggeser  posisi ayahku dihadapan Mamiku. semapan apakah Pria itu?, dan seperapa baik dibandingkan dengan ayahku?, aku benar-benar tak ingin tahu, saat itu. namun hari ini, tanpa aku minta, dan tanpa aku rencanakan, aku tahu bahwa pria itu adalah Reno. Kakak kelasku yang berhasil membuatku tak bisa tidur karena ketertarikanku kepadanya yang pendiam dan tampak misterius (sampai kemudian aku tahu dia benar-benar cowok paling busuk menurutku).
dan mulai hari ini juga, aku benci dan jijik dengan Kedua orang itu, aku benci dan benar-benar muak dengan mereka, terlebih mamikiu yang sangat amat menghancurkan perasaanku, menjalin hubungan dengan Laki-laki yang hanya beda dua tahun dari usiaku, sekaligus sebagai kakak kelasku, serta menempati posisi khusus dihatiku. Sejak hari ini juga Aku bertekat untuk……”

Oh Gita, kenapa ini?. Kenapa kau berhenti menulisiku, mengapa ceritamu hari ini kau gantung dikata ‘bertekat untuk…’, lalu kenapa kau justru malah menutupku?,  aku tahu kau sedih dan akan menangis lebih keras lagi, tapi aku kini rela air matamu membasahi tubuhku, benar-benar rela.
ayo lanjutkan lagi Gita, tekat apa yang kau berikan pada mamimu yang masih kau hormati dan juga Reno yang kau sayangi itu ?. Jangan membuatku menunggu dan penasaran Gita, ayo raihlah aku kembali dan buka lembaranku untuk lanjutkan ceritamu, hari ini ceritamu sangat menarik untukku. Kali ini benar-benar berbeda menurutku, ayo Gita lanjutkan lagi kisahmu itu.

Oh.. oh.. tidak Gita apa-apaan ini, kenapa kamu mengangkatku dan berjalan menuju lemari bawah tempat kardus-kardus yang berisi buku-buku dan majalah-majalah lama ?, yang aku tau disana ada emapat belas Diarymu sebelum aku. Apa yang akan kau lakukan padaku Gita?, heii kau membuangku? Kenapa Gita? Oh tidak tolong kembali angkat aku, hei hei lalu kenapa kau mengambil buku baru dari lemari diatasku! Kenapa kau menggantiku Gita?, apa salahku,!!

ah unggu dulu. Ya Ampun ternyata halaman-halaman ditubuhku sudah habis dan penuh dengan cerita-ceritanyanya, ternyata usiaku hanya tiga bulan ditangan Gita. Padahal aku masih sangat penasaran dengan tekat apa yang Gita yakini untuk mereka. Aduh Kawan, aku benar-benar tak bisa tidur, karena terus mereka-reka apa yang akan terjadi, mustahil rasanya aku bisa tahu kelanjutan kisah mengharukanmu, Gita. Lagian mengapa lembaranku harus tersisa hanya 2, padahal aku masih sangat ingin menangis untuk kisahmu Gita.

Oh, Gita apa yang kau lakukan, sayang? kau mengunciku di dalam lemari bawah ini, uh pengap sekali,
“heii kau Diary baru diluar sana yang baru saja diambil Gita, aku tunggu kelanjutan kisah Gita ya?, besok-besok saat kau masuk dalam Lemari ini kau harus ceritakan padaku..!”. teriaku.
Jebreddd!! Klik !. lemariku terkunci rapat, dan Gelap.. !!

WENDA ALIFULLOH-Siak, 05 ‎Agustus ‎2012, ‏‎20:33:09


tulislah, dan kau akan memiliki sejarah dalam hidupmu.
bertahanlah, karena sesedih apapun, yakinlah esok kau akan lebih baik
carilah Aku, dan tuliskan semuanya, setelah kau bercerita pada Khalik-mu.



Jumat, 31 Januari 2014

CERPEN : JANJI UNTUK ADIKKU, ALMAGHFIRA !

Jumat, Januari 31, 2014


Jebrett !!!!! terdengar keras bunyi pintu yang sudah kesekian kalinya aku banting hari ini. Hari ini adalah hari liburku, ah tidak sebenarnya tidak hanya hari liburku, tapi hari libur kami. Aku yang memang sedang libur setelah Ujian semester ganjil dikelas XII SMA ini, adikku Almaghfira Lifi yang saat ini juga libur setelah ujian akhir semester ganjilnya dikelas 1 SMP. Ditambah lagi hari ini adalah hari minggu, dimana ibuku sedang tidak disibukkan dengan pekerjaan kantornya. Sedang ayahku, masih di Jawa Tengah mengurus pekerjaanya.

“Abang.. kenapa si kok ribut ?”. terdengar suara ibu lembut dari arah dapur.

  Aku diam..

  Sementara itu didepan pintu kamarku masih berdiri tertegun anak penyebab kemarahanku hingga membuatku menutup pintu kamar dengan keras. Sebenarnya agak terdengar sayup-sayup tangisannya, tapi ah sudahlah aku muak dengan dia, adikku sendiri.

“abang kenapa si ?, kan adiknya Cuma minta di ajarin matematika. Masa minta ajarin sama abangnya sendiri nggak mau..”, terdengar suara ibu lagi, kali ini terdengar di depan pintu kamarku.

“Aku capek bu, hari Libur itu ya untuk libur. Lagian Fira kan juga harusnya libur. Percuma juga belajar kalau nilainya tetap jelek !”, jawabku dengan ketus dari dalam. Terdengar semuanya diam,

“Fira, abang mungkin capek sayang, nanti saja ya belajarnya. Biar ibu yang ajarin, setelah selesai masak ya sayang”, kata ibuku lembut.. jauh lebih lembut dibandingkan padaku, padahal kami sama-sama anaknya.

“Iya bu, kalau gitu Fira bantuin ibu masak aja ya bu, Fira bantuin motong bawang atau apalah, masa sejak kecil Fira nggak di izinkan Mengerjakan pekerjaan wanita bu. Fira kan pingin belajar biar bisa jadi wanita hebat kayak ibu, Fira pingin masak buat abang dan ayah juga, sama seperti ibu”. Balas Fira lembut. Dari dalam kamarku aku dapat mendengar jelas, aku bersungut..

“Manja !! cari muka terus, udah gede juga !”, namun kali ini tak sampai terdengar keluar.

  “jangan sayang, mendingan kamu baca buku saja di kamar sana, katanya pingin pintar matematika kan ?, ibu dengar kamu pingin ikutan Olimpiade Matematika, kan ?”, jawab ibuku yang semakin membuatku kesal, dan bersungut lagi..

“dasar ibu ah.. ! kenapa harus sebegitu memanjakan Fira si, ! Kan dia juga harusnya sudah diajarkan pekerjaan rumah, nggak dimanja kayak gitu. Nggak boleh masak, nggak boleh nyuci, nggak boleh jait bajunya sendiri yang robek. Semuanya berbanding terbalik sama aku yang cowok, justru aku harus cuci baju sendiri, harus bisa memasak untuk kami, harus menjahit sendiri atribut-atribut atau bajuku saat robek. Ibu benar-benar tidak adil.”. lagi-lagi sungutan ini tak begitu keras sehingga tak terdengar sampai keluar.

“tapi bu..”, bantah Fira..

“sayang,.. kan ibu mau kamu jadi Ahli matematika, nanti ibu bujuk abang kamu untuk ajarin kamu deh,”. Ucap ibu lagi..

“Beneran ya bu..”, balas Fira lembut, selanjutnya ia meninggalkan depan kamarku. Dan ibu.. beliau mengetuk kamarku dengan agak keras.., aku membukanya..

“Mana si manja ?, udah pergi ?” kataku ketus saat membuka pintu,

“Abang.. nggak boleh gitu sama adiknya ah, kan adik satu-satunya. Masa nggak disayang.”, balas ibuku..

“Fira itu kan Adik satu-satunya kan bu ? Bukan ANAK SATU-SATUNYA ibu dan ayah ?. lalu kenapa aku merasa perlakuan yang berbeda dari ibu dan ayah ?”. balasku lagi lebih tinggi..

“Abang.. jangan gitu, kalian semua sama kok. Ayah dan ibu sama-sama sayang kalian, sekarang ibu mau minta tolong, coba donk ajarin adik kamu matematika, katanya dia ingin ikut Olimpiade matematika”, kata ibu padaku dengan lembut.

“percuma bu, bagaimana mau bisa kalau nilai-nilainya aja jelek !”, ucapku dengan nada menyindir.

“Abang, jangan gitu. Kalau abangnya saja bisa kenapa adiknya nggak bisa.. ?”, lanjut ibu..

“iya bu iya…”, kataku dengan nada malas, demi mengakhiri perdebatan ini.

Aku memang sering sekali berdebat dengan ibu tentang Fira, terutama saat Fira sudah mulai mengusikku dengan memintaku mengajarinya ini itu, eh bukan ini itu si, tepatnya hanya matematika saja., kata ibu, Fira ingin mengikuti Olimpiade Matematika.



         Jujur, aku sendiri malas untuk mengajarinya, terlebih jika aku ingat nilai-nilai diraportnya yang pas-pasan. Kecuali pelajaran matematikanya yang agak mendingan. Aku juga tak tahu kenapa absensinya begitu banyak di raport, padahal menurutku dia selalu masuk sekolah, memang si aku sering melihat dia sudah dirumah saat belum jam pulang sekolah SMP, sakit katanya. Tapi entahlah, ketidak pedulianku kepadanya ditambah Perilaku ibu dan ayah yang selalu memanjakannya membuat aku merasa tak peduli dengannya.

“Kamu harus hapalin nilai-nilai trigonometri untuk sudut-sudut istimewa ini kalau kamu mau ikut olimpiade !”, kataku ketus. Sebenarnya tujuanku memberinya hapalan agar aku tak terlalu berinteraksi dengannya. Tapi 10 menit kemudian.

“aku sudah hafal bang, Semuanya..”, katanya dengan wajah sumringah.

“Coba, Sin 0 derajat berapa !?”. tanyaku dengan keras .

“NOL Bang..”, jawabnya cepat, yang membuat ku berfikir iseng untuk membuatnya bingung dengan pertanyaan selanjutnya.

“kalau nilai Cosinus NEGATIF 90 derajat berapa ?”, tanyaku dengan senyum nakal.
Tampak dia berfikir beberapa saat, tak seperti saat menjawab Sinus 0 derajat.

“kalau nggak salah 0 Juga ya bang ?”, jawabnya.

“hemm.. abang Tanya Cosinus NEGATIF 90 derajat lho, bukan Cosinus 90 derajat!”, jawabku dengan tujuan membuatnya ragu,

“ya NOL Bang, kan aku ngafalinnya pakai pola gambar di koordinat cartesius !”. JLEB ! padahal aku tak memberikannya bocoran untuk menghafal dengan gambar, ternyata dia kepikiran untuk melakukan itu. Jujur aku mengakui adikku ini pintar. Hanya saja perlakuannya ibu dan ayah saja yang membuat aku sering gelap mata padanya.


***

                Hari ini aku sudah harus kembali masuk sekolah. Dengan riang aku segera mempersiapkan diri, batinku sebenarnya sangat senang sebab aku tak akan direpotkan dengan Fira dirumah, minimal sampai pukul 15:00 lah saat aku pulang sekolah. Ayah juga sudah pulang tadi malam, katanya beliau sakit selama di Jawa Tengah sehingga izin pulang, tak seperti biasanya memang.

“Bu, kok nggak ada sarapan ?”. kataku berteriak dari meja makan.

“maaf bang, Fira sakit sejak subuh tadi, jadi ibu tidak sempat masak. Kamu nanti sarapan diluar saja, itu uangnya ada di atas televisi udah ibu tambahin”. Kata ibu dari dalam kamar Fira. Ahh simanja berulah lagi, dan untuk kesekian kalinya aku merasakan dampaknya.

“baik bu..”, kataku sembari menyambar uang diatas Televisi, dan segera keluar menuju sekolah.

“Fira Cepat sembuh ya !”, ahh.. tiba-tiba aku berkata seperti itu pada adikku. Entah apa yang terjadi padaku. Tapi yasudah lah,

“Iya bang, makasih. Makasih udah ajarin matematika juga, nanti kalau Fira juara Olimpiade Fira sewa abang sebagai tutornya”, balasnya yang terdengar ia sedang menahan sakit. aku melanjutkan perjalananku kesekolah.

                Hari ini aku merasa sebagai hari kesialanku disekolah, bagaimana tidak. Pagi-pagi saat aku harus mencatat materi ternyata bulpointku yang seharusnya ada di tempat alat tulisku tidak ada, sampai aku ingat saat aku mengajari Fira kemarin ia membawa bulpoint itu, sehingga aku harus meminjam kepada temanku setelah dimarahi habis oleh Guru pelajaran itu. siangnya saat aku dari perpustakaan untuk meminjam buku, aku harus menanggung malu lagi, saat buku Matematika, Fisika dan Biologi yang aku pinjam diperpus terhempas bola dari arah lapangan. Dan dari ketiga buku itu Untung hanya buku matematika yang terjatuh, namun buku itu sangat tebal dan suara kerasnya membuat seluruh orang disekitarku memperhatikanku. Sampai bel pulang tanda sekolah berakhir berbunyi dan aku memasuki kelas Bimbingan Olimpiade-pun aku juga masih merasa sial. Bagaimana tidak, buku kumpulan soal yang sudah aku kerjakan dengan rapih ternyata tak kubawa dan aku yakin itu perbuatan Fira, karena hal ini sering terjadi. Aku benar-benar tak tahan dengan hari ini, sehingga aku memohon diri untuk tidak mengikuti kelas sore ini dan bergegas pulang.

                Sepanjang jalan aku sudah menyiapkan kata-kata untuk simanja Fira, karena ulahnya aku hari ini merasa sangat tidak sempurna di sekolah.

“Fira benar-benar ngacoin hari ini, pulpen di ambil, buku bimbingan diambil. Uhhh..”, kataku sepanjang jalan. Sampai tiba-tiba aku tertegun saat aku melihat didepanrumahku ada bendera kuning.

“ayah…”, aku membatin..

                Tuhan inikah sebab kenapa ayah pulang tidak seperti biasanya dan dalam keadaan sakit, ratapku dalam hati sembari tertegun. Aku segera masuk. Tampak ramai orang yang sedang melawat dirumahku. Aku sendiri sudah tak mampu menahan air mata, ah ayah walaupun kau jauh lebih sayang Fira daripada aku, tapi aku sangat menyayangimu yah.. kenapa engkau pergi begitu cepat, bahkan pagi tadi aku tak sempat cium tanganmu karena kau masih tertidur kelelahan.

“abang…”, suara ibu membuyarkan lamunanku.

“bu.. kenapa ini bu ?”, tanyaku sesegukkan.

“adik kamu sudah dipanggil lebih dulu oleh sang pencipta”, terdengar suara berat dari belakangku sembari merangkulku, ayahku.

                Ah.. ayah masih ada, dan ibu juga di hadapanku. Aku mencoba mencerna kata-kata ayah kepadaku, ‘ADIK’.. Apa ?, Fira ? Fira meninggal. Ah.. bukankah ia hanya gadis kecil yang menurutku masih memiliki usia panjang.

“yah.. bu.. Fira kenapa ?”, tanyaku semakin sesegukkan.

“ia nak, adik kamu sudah tiada..”, jawab ibu lembut sembari merangkulku.

***

                Sore ini juga Fira dimakamkan, aku, ayah dan ibu saling berpelukan di samping makan Fira. Aku sendiri tak mampu menahan air mataku ini, bagaimanapun Fira adikku, semua kesalahanku padanya muncul dalam bayangan, entahlah kenapa penyesalan selalu datang di akhir.

“yah.. bu.. memang Fira sakit apa ?”, tanyaku sembari menabur bunga di atas makam adikku satu-satunya.

“Abang, penyakitnyalah yang membuat kami harus memanjakan Fira, lebih tepatnya menjaga Fira. Kami tak ingin dia sakit sedikitpun, meskipun kami tau masa ini pasti akan tiba”, kata ibu disamping kananku.

“aku masih kurang faham bu, Fira sakit apa ?, selama ini ia baik-baik saja”. Jawabku lagi.

“Abang…” suara parau ayah menyapa. Aku tertegun seolah aku tak pantas lagi dipanggil abang, bagaimana mungkin aku dipanggil abang saat ini, saat adikku satu-satunya sudah tiada..

“abang harus tahu, dan ayah yakin abang pasti tau mengenai Hemophilia, kan ?”, kata ayah melanjutkan sapaannya.

“apa yah ? Fira terkena hemophilia ?. nggak mungkin yah.. !!!” jawabku semakin terisak.

                Ah kini aku mengerti kenapa sejak dulu Fira selalu dimanja, dia tak boleh Belajar memasak, mencuci dan menjahit. Tentu ayah dan ibu menghindari luka sekecil apaun bagi Fira, karena penyakit tersebut menyebabkan darah sukar membeku saat terjadi luka, jadi ketika ada luka sedikit saja pendarahan tidak dapat berhenti, darahnya terus keluar. Ah. Bodohnya aku yang tak berfikir itu.

“dan pagi tadi, saat adikmu mengeluh sakit, itulah masa yang tiba untuk Fira, karena sejeli apapun ibu menjaga Fira, maka Masa ini pasti datang. Adikmu cewek bang, hari ini Hait pertamanya. Ibu senang, karena kita bisa menjaga dia sampai hari ini, sampai kodratnya sebagai wanita yang membawanya kembali kepangkuan Allah, bang”. Ucap ibu sembari menangis dan mengusap punggungku.

                Ah,, ya Guruku berkata, Sekuat apapun menjaga seorang wanita hemophilia dari luka, pasti masa ini akan tiba. Masa dimana adiku Fira seharusnya memasuki usia remajanya. Ahhh ya Rabb, kenapa aku tak menyadari bahwa adiku lain. Aku terlalu menutup mata dan hatiku untuk Fira. aku tak pernah peduli kepadanya. Dan hari ini aku menyesali itu ya Allah.

“Fira.. maaafin abang Fir.. maafin…”, Ratapku keras diatas pusaranya. Ayah dan ibu pun mencoba menenangkanku, namun aku merasa aku sudah sangat berdosa sebagai abang yang tidak pernah peka terhadap adiknya,

“bang.. sabar bang, biarkan Fira tenang,. Kami sebenarnya ingin memberitahu abang tentang penyakit ini sejak lama, tapi kami takut Fira sampai dengar, jadi kami hanya merahasiakan sampai saat ini,”. Kata ayah kepadaku yang membuatku semakin sesegukan keras.

“FIRAA…. Maafin abang…”, ucapku.

                Aku menangis diatas kubur adikku, Almaghfira Lifi yang hari ini berusia 12 tahun kurang 2 bulan 4 hari. yang hari ini menginjak masa Remajanya dan masa balighnya. Adikku yang cantik, adik satu-satunya yang sangat mencintai matematika. Adikku yang penyabar bahkan jauh lebih sabar dari abangnya yang jahat ini.

                Namaku Yusuf Pradana Lifi, anak pertama dari ayahku Liando Putra dan ibuku Firsya Pratiwi. Kakak terburuk bagi adikku yang kini terbaring di pusara ini. aku beranji selepas pendidikan SMA-ku ini, aku akan kuliah mengambil jurusan yang berkaitan dengan matematika, agar aku selalu ingat Almarhumah adikku dipembaringan ini. aku berjanji..

***

                Namaku Yusuf Pradana Lifi, dan hari ini aku akan memasuki semester 2 di Jurusan Pendidikan Matematika UPI, sesuai janjiku, janji pada adik kecilku setahun lalu. Yang terbaring dengan damai ‘Almaghfira Lifi’.

“untukmu kawan yang bersaudara, sayangi mereka. Sayangi apapun yang ada dari diri mereka, mereka special untukmu. Biarkan mereka tersenyum karenamu, berbagilah dan tutup sedikit ego, agar mata dan hatimu terbuka. Semuanya istimewa.. bahkan saudaramu yang tak kau sukai itu, Allah ciptaka untuk menyempurnakan hidupmu.”

Wenda Alifulloh,
tertumbuk tertusuk duri,
melabuh menguak hati,
aku tak sempurna-Bandung 31-Januari-2014.

Kamis, 28 November 2013

CERPEN : ZODIAK MINGGU INI

Kamis, November 28, 2013


ZODIAK MINGGU INI
(oleh : Wenda Alifulloh)

Hari senin sudah tiba, aku tersenyum semangat dan penuh gairah, jika kebanyakan orang pada hari senin justru tidak bersemangat, namun itu tidak berlaku untukku. Sebabnya si bukan karena aku anak rajin nan pintar yang tugas hari seninnya dari para guru sudah selesai, atau karena aku anak kesayangan guru yang bisa berpura-pura tidak membawa tugas dengan alasan ketinggalan.. tapi lebih karena hari ini Majalah kesayangannku Terbit, majalah kesukaanku yang koleksinya dikamarku sudah 5 Kardus Lebih, majalah yang membuatku begitu memimpi-mimpikan keberadaannya, sebab menurutku  itu adalah majalah yang Paling tepat ramalan Zodiaknya. Seperti pekan lalu, Di kolom Zodiak disebutkan :
UMUM : Teruslah menjadi pribadi yang Riang dan penuh senyum, karena Hadiah dari keriangan itu akan datang. Dan benar saja setelah melakukan hal itu, tiga hari kemudian aku dipanggil guru untuk menjadi duta senyum sekolah,, bahagia banget kan kalau jadi aku,
CINTA : Karena kerianganmu itu, maka terlahirlah penggemar rahasiamu,. Dan benar saja, si Jono, cowok culun cupu nan jelek si kutu buku sekolah mengejar-ngejar aku dengan selalu membawa bunga mawar merah. Jujur bagian zodiac ini yang paling tidak aku sukai, tapi bagaimana pun tetap saja aku percaya bahwa zodiac majalah kesayanganku itu sangat tepat meramalkan kejadian sesuai apa yang aku pikirkan dan bayangkan.
KEUANGAN : Tenang, si mama memberikan bonus, keuangan lancar.. ehhh benar saja, bahkan bukan hanya mama tapi papa juga memberiku bonus atas prestasiku menjadi duta senyum sekolah, laptop baru dari papa dan tambahan uang jajan dari mama. Sontak seneng banget kan kalau kalian jadi aku, Rasanya itu ibarat artis yang lagi di Ambang keTenaran. Hari-hariku selalu aku lalui dengan semangat setiap senin.  karena aku akan dengan senyum Lebar menunggu kejutan-kejutan dari ramalan Zodiac Horoskop majalah tersebut.

KESEHATAN : Kamu perlu berlindung dari hujan, hati-hati terhadap Flu,. Dan sekali lagi benar saja saat selesai mengikuti pemilihan duta senyum sekolah, ternyata turun hujan yan amat deras dan aku langsung flu setelah keluar dari taksi untuk berlari ke rumah, tanpa payung.

“Tita, sarapan dulu sayang..”. terdengar teriakan mama dari  arah ruang makan,  saat aku berlari dari kamarku langsung menuju ke mobil.
“nggak laper ma. Ntar aja sarapan di kantin,  penting banget ni mah berangkat pagi. Ntar kehabisan majalahnya”. Jawabku sekenanya sambil berlari.
“ya ampun, ya udah hati-hati, jangan ngebut-ngebut dijalan, awas pulang jangan kesorean”. Balas mamaku dari ujung dapur.
“iya ma nggak akan pulang sore-sore kok, paling-paling malam”. Jawabku bergurau.
“Dasar, awas aja pulang malam. Mama kurung sebulan nanti kamu”. Terdengar balasan mama dengan nada yang lebih tinggi.
“bercanda mama sayang, dah ya, Tita berangkat, assalamualaikum,”. Kataku sambil masuk  kedalam mobil.
“walaikumslam..”. terdengar suara mama pelan dari dapur.
Uhh, akhirnya hari senin yang aku nanti-nantikan datang juga, kira-kira bakalan ada apa di minggu ini tentang aku, keuanganku apakah akan semakin bertambah ? atau aspek Cinta-ku akan ada cahaya terang dengan kak Dion anak Basket disekolahku itu, ahh.. aku tidak sabar menanti majalah itu sampai ditangan.
TETTTTTTTTTT !!!! Suara klakson truk besar mengejutkan lamunanku,
“ya ampun, nyaris aja aku ketabrak truk, aduh,  pait pait pait”. Lenguhku pelan sambil menghela nafas yang terengah-engah karena shock,

Akhirnya sampai juga ke toko buku langgananku, dan disana tampak ramai anak muda sedang bergerumul ribut, aku sudah yakin dengan batin yang bersungut-sungut pasti mereka sedang berebut majalah favoritku itu, segera saja aku langsung berlari mengejar ketertinggalanku, pikiran busukku membisikan, “Lari TITA, kalau kamu terlambat, bisa-bisa majalah kesayangan kamu habis. Nanti kamu nggak akan tahu Ramalan seminggu kedepan, LARIIIIIIIIIIIIIII”. Kira-kira begitulah bisikan halusnya, tentu segera saja aku berlari melewati apapun yang ada didepanku tanpa peduli. Dan BUUUGGGKK !! Oh aku Jatuh gara-gara orang bregsek yang menghalangi jalanku.
“ihhh.. sialan, siapa sii.. pagi-pagi udah bikin Tita jatuh, ah !” gerutuku sambil berusaha berdiri.
“maaf, saya buru-buru tidak sengaja…”. Dan ternyata suara cowok.. sepertinya aku kenal deh, segera saja aku menoleh perlahan kearah suara itu, dan..
“HAH ! DION yang Nabrak aku”. Batinku Girang… “Ohhh My God !
*BERSAMBUNG…
Dion adalah bintang lapangan basket disekolahku, secara tinggi, ganteng, putih, Top Score dalam setiap pertandingan dan Tajir Pula. Siapa sih  yang tidak menginginkan dirinya. Aku suka sama Dion Sudah lama sebenarnya, tapi Dion tidak perah sedikitpun menunjukan sinyalnya terhadapku. Meskipun demikian anak-anak disekolah selalu ceng-cengin aku dengan Dion. Tentu saja aku pura-pura sebel (jual mahal sedikit dong), padahal si dalam hatiku Berharap dari ceng-cengan itu timbul benih-benih. Hahahaha.
“nggak papa kok Yon, aku juga tadi jalannya kecepetan jadinya ketabrak deh”. Jawabku menyambut permintaan maaf Dion.
“yaudah kalau kamu nggak papa, aku duluan ya. Bye”. Balas Dion dengan suara cool-nya yang membuat darah berdesir hebat, Oh my God.
            Tuhan, rasanya aku ingin Mengulang peristiwa tadi. Nggak papa deh Tuhan tabrakannya di ulang-ulang terus, kayak kaset Rusak juga, yang penting bareng Dion, aiiihh Hahaha batinku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri..

tiba-tiba aku kembali teringat dengan tujuanku pagi itu, MAJALAH,! Oke Fine dan aku segera Berlari menuju Majalah kesayanganku itu.
“bang, majalah langganan aku donk”. Kataku dengan terburu-buru.
“wah neng, neng terlambat si..”. jawab abang tukang Korannya dengan nada santai sambil kipas-kipas uang hasil jual majalah kesayanganku, sebab Majalah itu emang laris banget setiap terbit.
“abang ini gimana si, kan tau kalau aku langganan, malah habis majalahnya,. Aku kan harus baca majalah itu tiap minggu buat tau Prospekku kedepan bang !. ngebetein banget deh abang ini. Aku nggak akan beli majalah disini lagi..”. omelku panjang kali lebar kali tinggi (Volume Balok kali)
“hehh, si neng Meuni suka marah-marah kitu, tenang atuh neng”, ucap abang tukang Koran memotong omelanku.
“apa !! Tenang ? ohh no. lihat saja minggu depan aku nggak..”, balasku melanjutan omelanku.
“Aiiihh sabar neng, ini abang sudah menyisakan untuk neng, tenang saja. Hehehe” ungkap si abang itu dengan senyum puas menunjukan gigi ompongnya.
“Oh. Bagus kalau gitu !. sini” jawabku sambil merebut majalah yang tinggal satu-satunya itu,
“aduh pelan-pelaan atuh neng, sobek Geura”. Kata si abang tukang Koran.
“heh. Bang, masih mau saya langganin nggak ?”. kataku ketus sambil berfikir picik.
“ya masih atuh neng”. Katanya lagi.
“kalau gitu aku Nggak Byar Majalah Minggu ini, karena abang Udah mempermainkan aku tadi. Tapi tenang minggu depan aku bayar FULL, Oke ?”, kataku dengan nada enteng, sambil berlalu membawa majalah itu.
“ehh.. aduh neng,.. jangan”, jawab si abang dengan muka bingung.
“oh, nggak mau ? yaudah nggak Langganan Lagi ya ?”. ancamku.
“aduhh, iya deh neng. Ini buat neng aja lho abang kasih gratis.”. katanya dengan senyum khasnya yang menunjjukan gigi ompongnya,
“ya elah, emang saya peduli.. haha makasih bang, hahaha”. Balasku sambil menabok bahu abang tukang Koran dan berlalu dengan Muka nakal bin Iseng.
***
Pelajaran pertama hari ini berlangsung amat sangat tidak mengenakkan, secara pelajaran matematika yang biasanya sama Pak Wenda yang kalau ngajar Enak banget dan mudah dimengerti, harus diganti sama Pak Alif yang galak Bin Seram, katanya si Pak Wenda lagi mengikuti kontes guru favorit tingkat Internasional di Hongkong. Tapi anyway, gara-gara ganti guru yang serem itu, aku jadi belum sempat baca ramalan majalahnya. Sekaranglah kesempatannya.
UMUM : Hati-hati Kamu akan Sering mengalami berbagai Macam Tabrakan. Dan kamu nyaris kehilangan sesuatu yang amat kamu favoritkan. Dan sepertinya ini minggu sial kamu, karena akan banyak Hal buruk terjadi padamu.
KEUANGAN : Hemat itu penting ! karena tabungan kamu menipis gara-gara kecerobohan kamu.
KESEHATAN : kalau kecapekkan mendingan istirahat, jadinya kan nggk PINGSAN tuh.
CINTA : kamu akan mendapatkan First Kissing dari Dia.

Setelah membaca ramalan itu, pikiranku langsung melayang pada peristiwa-peristiwa pagi tadi. Dari hal UMUM yang mengatakan “Hati-hati Kamu akan Sering mengalami berbagai Macam Tabrakan. Dan kamu nyaris kehilangan sesuatu yang amat kamu favoritkan. Dan sepertinya ini minggu sial kamu, karena akan banyak Hal buruk terjadi padamu.” Ini saja sudah banyak sekali kebenarannya, Buktinya tadi pagi aku 2 kali tabrakan yang pertama nyaris ditabrak Truk gara-gara aku melamun, yang kedua ditabrak Dion sang pangeranku yang sangat aku impikan, padahal ini baru awal pekan tapi sudah dua tabrakan yang aku alami. Ramalan yang selanjutnya, bahwa aku nyaris kehilangan sesuatu yang amat aku favoritkan, ini juga sudah terjadi. Apalagi kalau bukan Majalah Ramalan ini yang nyaris tak dapat aku miliki gara-gara si abang Tukang Koran membohongiku itu. ahh sungguh tepat majalah ini meramalkan kisahku. DUUGGGKKKKK ! oh, apa ini yang aku tabrak ? . “Oh My Good Pak Alif yang galak Bin Seram ini ternyata yang aku tabrak”.
“maaf pak, saya nggak sengaja, maaf sekali”. Kataku memohon pada pak Alif.
“kamu itu ya, kalau jalan Lihat-lihat, bukannya malah Sambil Baca Majlah gitu !!”, Omel Pak Alif padaku.
“iya pak, maaf saya kan nggak sengaja.”. belaku lagi..
“yaudah.. awas kamu Meleng Lagi !”. ucap pak Alif sambil berlalu.
Huftth sepertinya Ramalan UMUM sudah terjadi bertubi-tubi hari ini. Rasanya masih nggak percaya kalau Ramalan Minggi ini amat sangat bertolak belakang dengan minggu lalu.
***
Hari kedua disekolah aku lalui dengan sangat Hati-hati, taut terjadi peristiwa sial seperti yang diramalkan Zodiak Minggu ini padaku. Aku bersyukur, sebab sepanjang hari disekolah aku tidak menemui kesialan apapun yah meskipun untuk menhindari hal itu aku tidak keluar kelas seharian hanya duduk diam dikelas saja.,
Bel pulang sekolah berbunyi dan Masa sialku disekolah hari ini sudah berakhir, sepanjang perjalanan Pulang-Pun aku sangat menikmati dan berfikir Positif. Aku mampir ke Mall Untuk shopping dan menghilangkan strees gara-gara ramalan buruk itu. sampai saat aku sedang di jalan dekat rumah ketika pulang. Mobil yang aku kendarai Menabrak Mbok-mbok tukang jamu. Oh my goo dan Mbok-mbok tukang jamu itu luka parah sehingga harus dilarikan kerumah sakit. dan tentu saja biayanya aku yang nanggung,. Dari uang sisa di tabunganku yang sekarang Ludes,.. ah untungnya mbok-mboknya baik, sehingga kecelakaan ini dianggap musibah. Tapi setelah aku ingat-ingat, Peristiwa ini pun sudah diramalkan di Zodiak Minggu ini, KEUANGAN : Hemat itu penting ! karena tabungan kamu menipis gara-gara kecerobohan kamu. Dan ternyata benar-benar terjadi. Seharusnya aku tadi tidak perlu shopping dan memboroskan uang, ah dasar Ramalan sial.
***
Ini Hari keempat, aku berharap tidak ada lagi hal buruk yang akan terjadi padaku. Tapi diramalan zodiac minggu ini ada Ramalan yang sejak awal aku tunggu dan benar-benar membuatku penasaran, yaitu CINTA : kamu akan mendapatkan First Kissing dari Dia. Waahh Dion bakalan cium aku minggu ini, rasanya nggak sabar nunggu hal ini terjadi.
Hari ada pertandingan basket antar sekolah. Dan aku sebagai Tim cheers yang bertugas, wajib mendukung Tim sekolahku, tentu saja ada Pangeranku yang bermain disana. Aku bahkan sudah berkhayal mungkin Ramalan mengenai cinta bakalan terjadi setelah pertandingan basket ini, dimana Dion Akan menarikku ketengah lapangan dan mengungkapkan cintanya padaku ditengah lapangan basket, dilihat ratusan mata yang cemburu padaku, ahh romantic bangett.. dan kemudian Dion mendekatkan bibirnya ke aku, dan aku memejamkan mataku, dan.. BRUUKKKGG !! Oh My God kepalaku Terkena Bola basket dari dalam lapangan. Ah dasar, lagi asik ngayal malah disadarkan dengan bola basket nan berat itu. ehhh ehh ehh kok Kepalaku berat sih, Ah aduh kok gelap-kok badanku lemas, aduh kenapa ini.. ahhh…..
Upss.. ternyata selepas terkena lemparan bola basket tadi aku langsung pingsan, salahku juga si karena sudah dua hari aku tidak makan nasi, dan tidak minum vitamin yang biasa menjaga kekebalan tubuhku. Sekarang aku sedang ada di UKS, tapi kenapa sepi dan tak ada yang menemaniku. Ohh tunggu dulu disebelah kananku ada kepala yang sedang tertunduk, sepertiinya dia tidur. Dan dari jarak sedekat itu aku mampu mencium wanginya.. ahh aku coba bangunkan ah..
“Aduh,, aku kenapa ?” kataku dengan lemas..
“eh, Tita udah sadar ?, kamu tadi pingsan kena bola basket pas lagi ngecheers..”. kata cowok disebelah kananku sembari mengangkat wajahnya. Dan jeng-jeng-jeng dia adalah DION..
“oh, iya aku inget Yon. Makasih ya udah jagain aku”. Kataku lembut padanya.
“nggak papa kok, lagian tadi bola yang ke kamu itu bola dari aku, jadi kan aku harus tanggung jawab”. Katanya dengan tenang yang semakin membuatku melting.
Uppss tunggu tangan Dion menghampiri arah wajahku.. ahh tangan kanannya disebelah kiri kepalaku.. Tuhan, apa ramalan cinta itu bakalan terjadi di UKS ini. Baiklah kali ini aku tidak berkhayal aku memejamkan mataku dengan erat..
“Tita, ada semut di bantal kamu, tapi udah aku singkirkan kok.”. ucap Dion yang membuat aku langsung buru-buru buka mata, Ahhh Maluuu…
“oh iya, terimakasih Dion.”. balasku dengan Nada Agak sedikit Malu..
Tiba-tiba teman-teman cheer aku datang ke UKS untuk menjengukku, tapi tentu saja mengacaukan acara berduaanku dengan Dion..
“Tita, kan teman-teman kamu udah datang, aku Duluan ya. Mau ganti seragam lagi, soalnya kostum basketnya udah keringetan dan bau, nggak nyaman”. Kata Dion sambil pamitan kepadaku. Ohh Dion seandainya kau tahu bahwa bau keringatmu itu wangi.. ah teruslah disini Dion pangeranku..
“Heh, Tita.. aku tau kamu tadi pura-pura pingsan kan biar Bisa berduaan dengan Dion ? dasar lu. hahah”. Kata teman-temanku meledekku. Yang cumin aku balas dengan senyuman.
Ditengah canda kami di ruang UKS, tiba-tiba sesosok makhluk astral datang dan.
“Awas.. awas.. awas aku denger Tita pingsan ya, Tita gimana kabarnya ? Tita udah sehat kan..”. suara itu, suara yang amat aku hindari. Siapa lagi kalau bukan Fans fanatikku, Jono.
“aku udah baikkan kok jon, kamu nggak perlu kesini segala.”. jawabku dengan ketus,
“iya deh, Jono juga tadi izin keluar pelajaran buat nemuin Tita. Mmm INI untuk Tita, semoga cepat sembuh ya”. Balasnya dengan nada culun yang kalian bisa bayangkan sendiri, sembari memberikan setangkai mawar yang selalu Ia bawa-bawa.
“Jon, aku nggak suka mawar, kamu taru aja disitu.”. kataku masih dengan nada ketus.
Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas dibenakku mengenai ramalan Zodiak itu, ah bukankah peristiwa ini sudah diramalkan dizodiak Minggu ini, KESEHATAN : kalau kecapekkan mendingan istirahat, jadinya kan nggk PINGSAN tuh. Ahhhh Ramalan itu terjadi Lagi…
***
Ini adalah hari sabtu, hari keenam sejak aku membeli majalah itu. tapi 3 dari empat ramalan zodiac sudah terjadi, hanya tinggal satu ramalan yang belum terjadi, ramalan yang aku nanti-nantikan bersama Dion. Hahaha..
Tapi tampaknya ramalan itu tidak mungkin terjadi hari ini, sebab seharian ini aku tak bertemu Dion, justeru si Culun Jono  yang mengejar-ngejar aku dengan seikat Melatinya (Jono ganti bawa melati sejak aku bilang tidak suka mawar, dia kira aku Kunti kali :@ ). Dan seperti biasa aku selalu menghindar dari Jono dengan berlarian kesana kemari.. sampai jam sekolah usia, dan kami mendapat pengumuman untuk WAJIB datang nanti malam dalam perayaan kemenangan Tim Basket dan Berhasilnya Tim Cheers mengantarkan sekolah ke Juara Umum pertandingan Basket antar sekolah itu.

Lanjut…
Aku berusaha tampil cantik malam ini untuk 2 Alasan : Pertama, Karena aku dan Tim chers akan maju menerima penghargaan dari sekolah. Kedua, karena Dion (Mungkin) akan melakukan Ramalan Zodiak itu mala mini. Hahaha..
Sampai di lokasi Perayaan sudah banyak sekali Siswa yang hadir, bahkan banyak yang bergandengan tangan dengan cowoknya (secara malam minggu), sedangkan aku hanya berdiri bersama teman-temanku sambil bercerita, Pandanganku sesekali menuju arah pintu masuk Tempat perayaan, sekedar memastikan Pangeranku datang, sebab kalau dia datang kemungkinan terjadinya ramalan itu semakin besar tentunya.
Ahh itu dia Dion datang, Huffth cukup Lega deh, sebab dia datang sendiri nggak dengan cewek lain. Upps.. sedang asik memandangi Dion yang kece badai, eh di belakangnya Teriring si Jono dengan bunga melatinya sambil clingak clinguk (pasti mencariku). Oke deh aku pun membelakangi pintu masuk tempat perayaan berharap Jono tak melihatku, yah meskipun aku harus rela kehilangan pemandanga Dion.
Pengumuman demi pengumuman dibacakan, dan setiap pembacaan pemenang diberikan JEDA untuk teman-teman atau orang-orang terdekatnya naik ke panggung mengucapkan selamat dan berfoto. Sampai dibacakan, “TOP SCORE BASKET.. adalah… I Made AlDiono “ wah Dion menang, aku pun bertepuk tangan, dan Dion pun naik keatas panggung. Teman-teman tim basket dan teman-teman kelasnya pun ikut Nimbrung diatas panggung, termasuk JONO. Dari panggung dia melambai ke arahku dan dari gerak bibirnya aku tahu dia mengatakan, “Ayo Sini Tita”. Sebenarnya aku pingin sekali, tapi karena ada Jono disana akupun berkilah sambil mengatakan ‘Panggungnya udah penuh Yon’. Aku sendiri heran entah apa Maksud si Jono dari tadi mengikuti Dion Terus, sepertinya dia Memboikot pergerakanku dengan Dion dengan Nempel Bareng Dion terus..
Pembacaan pemenang selanjutnya, “Best Performance Cheerleader adalah.. Tita Monika Kudo” ahh namaku disebut sebagai Penampil cheers terbaik diantara teman-temanku.. akupun dengan anggun melangkahkan kaki. Dan aku melihat Dion Menuju Tangga keatas Panggung dengan berlari, aku senang. Lalu di belakannya tampak Jono yang Berlari mengikutinya dengan cepat..
Diatas panggung, Saat Fokusku sedang kedepan, terdengar suara Dion Mmemanggilku dari arah belakang,
“Tittaaa..!”. katanya sambil berlari…
Dan..
Aku menoleh kan kepalaku kebelakang melalui arah kiri dengan anggun dan Tiba-tiba Bibir Hangat Mendarat dipipiku dengan Sempurna, gara-gara Tolehan kepalaku yang akurat itu. aku tertegun dan ingat Ramalan Zodiak, CINTA : kamu akan mendapatkan First Kissing dari Dia. Dan semuanya Bersorak..
Saat aku Buka mata lebar-lebar, Ternyata Bibir JONO yang mendarat di Pipiku. Sedangkan Dion ada disebelah kananku.
“maaf Tita, tadi Jono Lari cepat-cepat, jadi kebablasan, hehehe”. Kata Jono dengan Culun.
Aku pun beranjak kebelakang panggung dan meninggalkan acara Perayaan itu dengan bermacam perasaan. Dasar Ramalan sial, kenapa dia meramalkan kalau AKU AKAN MENDAPATKAN CIUMAN PERTAMA DARI DIA. Ah siapa yang akan mengira kalau DIA adalah JONO, bukan DION.. Dasar ramalan Tak Berguna. Ahh.. aku janji aku tak akan percaya Zodiak Lagi. Tak aka nada lagi Ramalan-ramalan..
“aku BENCIII Ramalan Zodiakkkkkkk…”, Teriakku dari dalam taksi yang aku naiki.
Argghh bagaimana Ramalan Zodiak Minggu Ini untuk mu ??  !!!!...

#Wenda Alifulloh,
Bandung, 21 June 2013.

© WENDA ALIFULLOH CHANNEL